jump to navigation

Ilmu Geodesi Tinggi September 1, 2014

Posted by Anisah in Ilmu Falak. trackback

Dari sekian banyak keilmuan yang dapat menunjang pendalaman terhadap ilmu falak dalam kaitannya mendapatkan posisi yang akurat dan teliti, ilmu geodesi pun nyatanya diklasifikasikan kepada dua tingkatan yakni geodesi tinggi dan geodesi rendah. Dalam kaitannya mencari posisi titik koordinat Bumi, perbedaan antara geodesi tinggi dan geodesi rendah ialah, sangat jelas bahwa geodesi tinggi menganggap bidang Bumi sebagai bidang lengkung, sedang ilmu geodesi rendah menggunakan bidang datar atau bidang bulatan sebagai bagian kecil daripada permukaan Bumi. Ilmu geodesi tinggi menggunakan suatu elipsoid, di mana ia dapat dengan memutar suatu elips dengan sumbu kecilnya sebagai sumbu putar (soetomo, 1981).

Untuk memperdalam pembahasan ilmu geodesi tinggi ini, maka penulis memberikan penjelasan singkat dari buku berjudul Ilmu Geodesi Tinggi 1 karangan Soetomo Wongsotijtro (1981). Ilmu geodesi tinggi mempelajari cara-cara pengukuran dengan teliti unsur-unsur bidang permukaan bumi dan cara-cara hitungan untuk menentukan tempat geografis titik-titik di atas permukaan Bumi. Dengan menggunakan hasil pengukuran yang dilakukan di atas permukaan Bumi dan pula menggunakan penyelidikan-penyelidikan teoritis, maka bentuk permukaan Bumi dapat ditentukan.

Ilmu ini memiliki hubungan erat dengan ilmu astronomi dan ilmu gravimetri dan kerap kali ilmu ini menggunakan hasil yang didapat pada kedua ilmu tersebut untuk mencapai maksudnya. Perataan dan hitungan bersama hasil yang dicapai oleh ilmu geodesi tinggi, astronomi dan ilmu gravimetri memberi bentuk yang teliti daripada permukaan Bumi dan memberi pula bahan dan keterangan yang diperlukan untuk mendapat bayangan tentang struktur dalam daripada Bumi sebagai planit.

cara-cara pengukuran, peninjauan, hitungan dan perataan yang teliti pada ilmu geodesi tinggi menghasilkan penentuan titik tetap di atas permukaan Bumi dengan koordinat-koordinat yang menjadi dasar yang baik dan teliti untuk pekerjaan-pekerjaan lainnya, baik dalam lingkungan ilmu geodesi rendah untuk pembuatan peta tofografis maupun lingkungan ilmu teknik, seperti merencanaka proyek-proyek industri, pembangkitan tenang air, irigasi, jalan raya dan jalan kereta api, penyelidikan geofisis, geologis dan sebagainya.

Kendatipun ilmu geodi tinggi ini lebih banyak digunakan secara teknik untuk hal-hal di luar ilmu falak, namun hal yang dapat dimanfaatkan dari ilmu ini yakni adanya ukuran-ukuran elipsoid yang berbeda-beda. Di antara yang dapat dimanfaatkan yakni penggunaan elipsoid Bessel. Indonesia menggunakan elipsoid Bessel didasarkan pada waktu dimulainya pekerjaan geodesi, membuat triangulasi, pada kira-kira tahun 1860, elipsoid terbaru yang dipakai adalah ellipsoid Bessel.

Comments»

no comments yet - be the first?


*